• MA DARUNNAJAH TRENGGALEK
  • CERDAS || RELIGIUS || KOMPETEN

TUANG KARYA "CERPEN"

Hallo sahabat literasi
Cerpen kali ini diangkat dari karya siswi MA Darunnajah yang bernama Shinta Nurul Hidayah dengan judul "Selamat Tinggal Pagi". Ikuti terus postingan kita ya!, Akan ada cerpen selanjutnya karya dari siswa siswi MA Darunnajah lainnya.
Selamat Tinggal Pagi
Bagiku, senja hari ini begitu indah, mataku terus berbinar setiap kali melihatnya. Hari ini aku berjalan tak tentu arah, entah kemana sebenarnya tujuan hati dan kaki ini berhenti. Gamis serta hijab yang kukenakan saat ini serba putih, melawan warna senja yang kemilau jingga.
Tiba-tiba kakiku berhenti di jalan setapak area pemakaman. Tentu saja rasanya aneh, namun pandanganku tetap mengedar melihat sekeliling. Sepi, hanya ada deretan pemakaman serta satu atau dua toko yang buka untuk menjajakan bunga. Namun ada satu pemandangan yang menarik perhatianku, terlihat seorang laki-laki yang tengah berdiri disalah satu makam.
Hanya diam tanpa ada satu pergerakan sedikitpun. Sepertinya umurnya sekitar delapan belas tahunan setahun lebih tua dariku. Pakaiannya serba hitam, wajahnya menyiratkan kesedihan, namun tak ada air mata yang menetes dari pelupuk matanya seakan sudah kering. Kakiku tergerak untuk menghampirinya, syukur-syukur dapat menghibur.
“Berhenti! Jangan dekati dia!” Teriak seseorang di belakangku. “Kamu dimana?” Tanyaku sambil menoleh kebelakang. “Menunduklah,” titahnya. Saat menunduk aku melihat seekor kucing duduk di hadapanku.
Bulunya seputih salju, matanya tajam, bulu matanya lentik, bola matanya berwarna biru muda kristal, bulu telinganya panjang. Tapi aneh, dia memiliki sembilan ekor dan disetiap ujungnya muncul api kecil berwarna biru menyala seakan seperti mimpi. Aku berjongkok di hadapannya.
“Kamu tadi bicara padaku?” Tunjukku pada diri sendiri. “Benar Meli,” mataku terbelalak, dia tau nama kecilku, batinku. “Siapa namamu?” Tanyaku. “Namaku Zen. Apa kamu mengingatku?”. “Entahlah, kepalaku sedikit sakit untuk mengingat,” ucapku jujur.
“Baiklah kalau begitu lupakan saja ucapanku barusan, bagaimana kalau kita jalan-jalan”. “Kemana?”. “Ketempat yang kamu inginkan.” Dahiku berkerut. Mataku terpejam untuk berpikir sejenak. Saat mataku kembali terbuka Zen, maksutku kucing dihadapanku menampilkan wajah memelas, alhasil aku menyanggupi ajakannya. “Ok ayo berangkat!”serunya.
Kami berjalan beriringan menyusuri jalanan kota yang ramai. Senja masih tampak begitu jelas setelah beberapa menit aku pergi meninggalkan area pemakaman. Berjalan berdua di taman rasanya menyenangkan, apalagi saat kakiku menyentuh rerumputan langsung tanpa alas kaki, ada perasaan bahagia yang menyisip didalamnya.
Kulitku merasakan hembusan angin yang menyejukkan, mataku menyaksikan pemandangan indah. Rasanya semua ini seperi mimpi. Begitu ringan kaki ini melangkah, hatiku bahagia menikmati momen ini.
Entah sudah berapa lama aku terus berjalan hingga tak memperhatikan sekeliling. Di samping kiriku terlihat sebuah ruangan dari rumah sakit umum agak jauh, sih. Dari tempatku, terlihat seorang gadis dirawat didalamnya. Ia berbaring dengan tatapan kosong mengarah keluar jendela dia seumuran denganku, batinku. Hijabnya berwarna biru laut, matanya sayu, bibir serta wajahnya pucat.
Aku bergerak sedikit mendekati jendela ruangannya. Tiba- tiba pintu di ruangan tersebut terbuka menampilkan seorang laki-laki, mungkin kakaknya.
“Siapa disana?” ucap si gadis. Laki-laki tersebut mengambil tangan si gadis dan meletakkanya di wajahnya.
“Kak Pagi!”serunya. “Tebakan benar, nih kakak bawain bunga”. “Udah tau adiknya nggak bisa liat justru dibawain bunga”omelnya.
“Cium dulu dong baunya,” tanganya mengambil buket tersebut dan menciumnya.
“Camelia..”sambil tersenyum. “Gimana?”. “Wangi kak”. Mereka diam beberapa menit, hanyut dalam lamunannya masing-masing.
“Kak, Senja ingin pulang,” ucap Senja mulai bersuara. “Setelah kamu sembuh kita pulang sama-sama ya”.
“Nggak kak, ayo kita pulang sekarang Senja capek disini.” rengeknya lagi.
DEG ! Rasanya familiar, seperti tau seberapa frustasinya.
“Sabar ya dek, kamu pasti sembuh kok setelah itu kita pulang.” Air mataku mulai menetes.
“Tolonglah kak ini permintaan terahir aku. Kankerku sudah setadium akhir, kakiku lumpuh, mataku buta, yang aku pengen cuma pulang kok.” dengan derai air mata.
Air mataku kian deras, sementara pagi sudah memeluk Senja dengan air mata yang terus ia tahan.
“Kak dimana kucingku?”tanya Senja tiba-tiba. Pagi diam, berusaha menyembunyikan sesuatu.
“Dimana kak?” Pagi tetap diam. “Kak Pagi!!”
Pagi menarik nafas dalam setelah itu membisikkan sesuatu di telinga Senja. Seketika tangis Senja semakin menjadi, sementara Pagi mendekap Senja kian erat.
“Zennnnn!”teriak Senja.
Bersamaan dengan itu telingaku berdengun keras, tanganku berusaha keras menyumbat suara tersebut. Mataku terus terpejam karena ucapan Senja meningatkanku pada sesuatu.
Otakku terus berpikir, seandainya saja Senja sempat merasakan apa yang kurasakan hari ini. Tentang indahnya warna bunga, pemandangan yang bagai mimpi, sentuhan rumput yang menggelitik, dan kesejukan angin lalu. Semua kata seandainya terus terulang dalam kepalaku hingga...
“Ini kan?” mataku terbuka dan melihat suasana yang berbeda. Kini aku kembali ke area pemakaman dengan senja yang sama serta laki-laki tadi yang belum beranjak dari tempatnya.
Pergilah... suara bisikan di telingaku. Kakiku perlahan mendekatinya tanpa ada keraguan. Saat sudah dekat aku berhenti di belakangnya. Kuperhatikan makam didepanku, bunga yang bertabur di atasnya masih segar, tanahnya juga masih basah. Sepertinya masih baru, gumamku.
Pandanganku beralih semakin naik. Huh aku ingat sekarang ‘Camelia Senja’ itulah nama yang terukir di sana, namaku sendiri.
Kupeluk laki-laki dihadapanku yang tak lain adalah kak Pagi. “Maafin Senja ya kak udah bikin kak Pagi sedih. Senja cuma pengen pulang dan istirahat. Selamat tinggal kak Pagi.” Gumamku yang tak mungkin tersampaikan.
“Meli, atau harus kupanggil Senja?” aku tersenyum kearah Zen dan menggendongnya. “Terima kasih sudah mau menjemputku dan panggil saja Senja.” ucapku tulus.
SELESAI

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SAMUDRA Nusantara: MI, MTs, dan MA Darunnajah Bersatu dalam Purnawiyata Berbudaya

Trenggalek , Sabtu pagi, 28 Mei 2024 Hall Majapahit dipenuhi suasana haru dan bahagia. Ratusan siswa, guru, orang tua, serta tamu undangan dari berbagai instansi hadir dalam momen berse

30/05/2025 10:44 - Oleh Administrator - Dilihat 36 kali
Bangga! 13 Siswa MA Darunnajah Tembus PTN dan PTS

Trenggalek, 22 Mei 2025 — Sebuah prestasi membanggakan kembali diukir oleh Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah. Sebanyak 13 siswa kelas XII berhasil lolos seleksi dan diterima di berb

21/05/2025 08:00 - Oleh Administrator - Dilihat 105 kali
MA Darunnajah Gandeng Satlantas Polres Trenggalek dalam Coaching Clinic "Pesantren Road Safety 2025"

Santri Selamat, Trenggalek Hebat, Indonesia Kuat! Trenggalek, 08 Mei 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, Madra

08/05/2025 23:03 - Oleh Administrator - Dilihat 52 kali
Lulus 100%! MA Darunnajah Lepas Siswa Kelas XII Menuju Masa Depan Gemilang

Trenggalek, 6 Mei 2025 – Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah hari ini secara resmi mengumumkan Surat Keputusan (SK) Kelulusan bagi siswa-siswi kelas XII Tahun Pelajaran 2024/2025. Mom

06/05/2025 22:53 - Oleh Administrator - Dilihat 53 kali
Seleksi PPDB Gelombang 1 MA Darunnajah Tahun Pelajaran 2025/2026 Berlangsung Lancar

Trenggalek, 4 Mei 2025 – Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah melaksanakan kegiatan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Gelombang 1 untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan i

04/05/2025 22:57 - Oleh Administrator - Dilihat 52 kali
Gandeng Praktisi Profesional sebagai Penguji, MA Darunnajah Gelar Ujian Keterampilan Kelas XII

MA Darunnajah Gelar Ujian Keterampilan Kelas XII, Gandeng Praktisi Profesional sebagai Penguji Trenggalek – Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah terus berkomitmen menghadirkan pendidi

03/05/2025 23:35 - Oleh Administrator - Dilihat 38 kali
MA Darunnajah Gelar Apel Peringatan Hardiknas 2025, Wujud Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan

Trenggalek – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025, Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah menggelar apel pagi yang berlangsung dengan penuh khidmat d

02/05/2025 23:33 - Oleh Administrator - Dilihat 40 kali
MA Darunnajah Gandeng Puskesmas Trenggalek Gelar Penyuluhan Anti Pergaulan Bebas, Napza, dan HIV

Trenggalek, 26 April 2025 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda, Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah kembali menunjukkan langkah nyata dalam memberikan pembina

26/04/2025 21:45 - Oleh Administrator - Dilihat 33 kali
Prestasi Membanggakan! Siswa MA Darunnajah Lolos Seleksi Nasional SPAN-PTKIN 2025

Trenggalek, April 2025 – Prestasi kembali ditorehkan oleh siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Darunnajah. Empat peserta didik dinyatakan lolos dalam Seleksi Prestasi Akademik Nasiona

22/04/2025 08:55 - Oleh Administrator - Dilihat 44 kali
Semangat Baru Pascalebaran: Awali Hari Pertama Sekolah dengan Senin Mumtaz dan Halal Bihalal

Trenggalek, 14 April 2025 – Suasana penuh semangat dan kebersamaan kembali menyelimuti lingkungan Madrasah Aliyah Darunnajah pada hari pertama masuk sekolah pascalibur panjang Idu

15/04/2025 10:12 - Oleh Administrator - Dilihat 33 kali